Skip to Content

Apa itu penyerangan seksual?

Memahami penyerangan seksual membantu kita untuk memberikan tanggapan.

Hak dan pilihan anda setelah serangan seksual yang baru terjadi

1800RESPECT
23 SEP 2014

Penyerangan seksual adalah setiap tindakan seksual atau mengandung unsur seksual yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, terintimidasi atau takut. Ini adalah perilaku yang tidak diinginkan atau dipilih oleh seseorang.

Penyerangan seksual merupakan pengkhianatan kepercayaan dan pengingkaran atas hak setiap orang untuk mengatakan apa yang terjadi pada tubuhnya. Penyerangan seksual merupakan penyalahgunaan hak dan kekuasaan.

Penyerangan seksual dapat dilakukan terhadap orang dewasa dan anak-anak, perempuan dan laki-laki, dan masyarakat dari semua latar belakang.

Penyerangan seksual juga dapat disebut sebagai penganiayaan seksual atau kekerasan seksual. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyerangan seksual, seperti perkosaan dan penganiayaan seksual, memiliki arti umum ketika digunakan dalam percakapan sehari-hari dan arti tertentu ketika digunakan untuk menggambarkan pelanggaran pidana seksual tertentu. Di situs web ini, kami menggunakan kata-kata ini secara umum dan memberikan informasi umum saja.

Jika Anda mengira bahwa pelanggaran pidana seksual telah dilakukan dan Anda ingin mengajukan pengaduan, Anda mungkin ingin mendapatkan nasihat lebih lanjut. Anda dapat melakukan ini dengan menghubungi layanan penyerangan seksual di daerah Anda [dalam bahasa Inggris], polisi, dokter atau pengacara pribadi Anda. Waktu dapat menjadi faktor dan layanan ini dapat memberikan informasi tentang hak-hak dan pilihan yang dapat Anda ambil.

Penyerangan seksual terjadi dalam berbagai bentuk

Memahami apa itu penyerangan seksual membantu kita memberikan tanggapan ketika seorang teman, anggota keluarga atau klien mengungkapkan bahwa mereka telah mengalami penyerangan seksual. Daftar berikut ini memberikan beberapa contoh penyerangan seksual:

  • Pelecehan seksual.

  • Sentuhan/rabaan atau ciuman yang tak diinginkan

  • Ditekan atau dipaksa untuk melakukan aktivitas seksual atau aktivitas terkait seksual, termasuk aktivitas yang melibatkan kekerasan atau rasa sakit.

  • Memamerkan alat kelamin seperti 'menunjukkan dengan sekilas'.

  • Menguntit.

  • Diawasi oleh seseorang tak semau / tak seizin Anda saat Anda telanjang atau terlibat dalam aktivitas seksual.

  • Memasang gambar seksual di Internet tanpa persetujuan.

  • Ditekan atau dipaksa oleh seseorang untuk menonton atau berpartisipasi dalam pornografi.

  • Pembubuhan alkohol ke dalam minuman, atau penggunaan obat-obatan dan alkohol, untuk mengurangi atau menurunkan kemampuan seseorang untuk membuat pilihan tentang seks atau aktivitas seksual.

  • Berhubungan seks dengan seseorang yang sedang tidur, dipengaruhi secara parah oleh alkohol dan/atau obat-obatan lain.

  • Cerita atau lelucon cabul atau bersifat tak senonoh atau menunjukkan gambar yang mengandung unsur seksual, sebagai bagian dari pola perilaku pemaksaan, intimidasi atau eksploitatif.

  • Perkosaan (penetrasi setiap lubang tubuh dengan objek apa pun).

  • 'Pendekatan seksual' yang dilakukan kepada seorang anak atau orang yang rentan agar terlibat dalam aktivitas seksual dalam bentuk apa pun.

  • Setiap tindakan seksual dengan seorang anak.

Penyerangan seksual tidak sama dengan ekspresi seksual. Penyerangan seksual adalah perilaku atau tindakan seksual yang tidak diinginkan yang menggunakan intimidasi, paksaan atau kekuatan untuk memaksakan kekuasaan atau mengingkari hak seseorang untuk memilih. Penyerangan dan penganiayaan seksual dapat berupa kejadian yang berlangsung satu kali saja, atau bagian dari pola kekerasan. Tindakan ini memiliki berbagai efek, termasuk efek fisik, emosional dan psikologis.

Fakta-fakta tentang penyerangan seksual

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus diketahui tentang penyerangan seksual:

  • Kebanyakan penyerangan seksual dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan dan anak-anak.

  • Laki-laki juga mengalami penyerangan seksual; terutama dilakukan oleh laki-laki lain.

  • Kebanyakan orang yang mengalami penyerangan seksual mengenal, atau baru saja bertemu dengan, pelaku penyerangan tersebut.

  • Beberapa tindakan penyerangan seksual juga merupakan tindak pidana.

  • Melaporkan ke polisi bisa menjadi keputusan yang sulit. Keterbatasan dalam sistem peradilan kita, dan cara bukti-bukti dikumpulkan dapat menjadi tantangan.

  • Orang-orang yang telah mengalami penyerangan seksual menanggapinya dalam berbagai cara, kadang-kadang dengan emosi yang kuat, kadang-kadang dengan menarik diri. Memahami trauma akibat kekerasan antarpribadi membantu kita memberikan tanggapan dengan tepat.

  • Penyerangan seksual adalah penyalahgunaan ketidakseimbangan kekuatan yang ada di masyarakat. 

  • Kebanyakan penyerangan seksual tidak dilaporkan ke polisi.

Efek penyerangan seksual

Kekerasan antarpribadi, seperti penyerangan seksual, adalah salah satu peristiwa paling traumatis yang dapat dialami seseorang. Menanggapi kebutuhan mendesak korban dengan memercayai mereka dan menanggapinya dengan serius, membantu mengurangi bahaya lebih lanjut. Terus mendukung orang-orang ini ketika mereka pulih juga penting; dan penting untuk melakukannya dengan cara dan waktu yang sesuai dengan diri mereka.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang mendukung korban, lihat halaman Cara mendukung seseorang yang telah mengalami penyerangan seksual.